Di Balik Kesuksesan Ika Natassa, Penulis Critical Eleven

by - September 15, 2018



11 September lalu, aku dateng ke acara Litbeat, festival literasi yang dikelola Komite Buku Nasional di Perpustakaan Nasional yang baru di deket monas (yang lama di Salemba). Kebetulan di acara tersebut Ika Natassa menjadi salah satu pembicara dalam tajuk "Kiat dan Siasat Dalam Self-Marketing". Ini pertama kalinya aku ketemu langsung sama Ika Natassa. Sebelumnya cuma baca bukunya aja, atau tulisannya di media sosial.

Ika Natassa ini orangnya asik banget, aku jadi ga bosen-bosen mendengarkan dia bicara sampai selesai. Dalam seminar tersebut Ika Natassa (btw nama panggilanku juga Ika wkwk) memaparkan rahasia bagaimana bukunya bisa laris di pasaran. Rahasianya adalah "Self Marketing"

Gimana sih, carannya biar buku yang kita tulis bisa laku?
Caranya adalah mengenalkan orang-orang pada karya yang kita. Buat mereka merasa familiar dengan apa yang kita buat. Kenalkan pembaca pada tulisanmu. Make people know you exist

Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan sosial media. Ika Natassa sadar bahwa orang-orang jaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu memegang smartphone daripada membaca buku. Hal ini dimanfaatkan Ika Natassa dengan baik. Ia sering membuat instastory di Instagram berisi cuplikan-cuplikan atau quotes dari bukunya. Ika Natassa bahkan membuat akun twitter untuk karakter bukunya, lho. Tentu saja hal ini bertujuan agar orang mengenal bukunya dan akhirnya tertarik untuk membeli buku tersebut.


itu akunnya gaes tapi sayang diprotect ku belom follow T_T

Kiat Ika dalam menggaet pembaca tidak sampai di sini saja. Melalui #pollstory di Twitter, Ika melibatkan pembaca untuk memilih jalan cerita dari novel yang ia buat. Novel ini yang kemudian terbit dengan judul The Architecture of Love. Menjadikan novel ini buku pertama di dunia yang ditulis dengan bantuan Twitter Poll.



Hasilnya, bukan main-main! Penjualan buku Ika Natassa melejit pesat (sebenernya waktu itu dia ngasih grafik penjualannya sih tapi saya gak foto hehe). Intinya dari grafik tersebut, buku yang sering dipromosikan di sosial media, dalam hal ini Critical Eleven dan The Architecture of Love kalau tidak salah, memiliki tingkat penjualan yang tinggi dibanding buku-buku lainnya yang promosinya kurang banyak.

Such a creative person!

Melihat hal ini, ada baiknya kalau kita bisa memanfaatkan sosial media dengan sebaik-baiknya seperti yang dicontohkan Ika Natassa. Sosial media dapat dijadikan ruang untuk berkreasi dan mempublikasikan karya-karya kita. Daripada nyinyir mulu gaada manfaatnya yakan 


Oke, sekian. Semoga bermanfaat ^^



You May Also Like

0 Comments